Rincian Biaya & Harga Jasa Sondir, Boring Test, serta Topografi di Tangerang
Pengujian tanah dan pemetaan lahan merupakan tahap awal yang wajib dilakukan dalam proyek konstruksi. Baik untuk pembuatan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG/IMB) maupun perhitungan daya dukung pondasi, data teknis dari uji sondir, boring test, dan pengukuran topografi sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan struktur bangunan.
Estimasi Rincian Harga Layanan di Area Tangerang Bisa lihat di sini
Biaya pengujian geoteknik dan topografi bervariasi tergantung pada volume titik, kedalaman pengerjaan, tingkat kesulitan medan, serta cakupan area proyek.
| Jenis Pengujian | Parameter / Volume | Estimasi Biaya (IDR) | Keterangan Dokumen |
| Sondir CPT (2,5 Ton / 5 Ton) | 1 – 3 Titik | Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000 / titik | Laporan Grafik CPT & Rekomendasi Pondasi |
| Sondir CPT (2,5 Ton / 5 Ton) | > 4 Titik | Rp 1.200.000 – Rp 1.400.000 / titik | Laporan Grafik CPT lengkap |
| Boring Test Manual / Mesin | Per Meter Kedalaman | Rp 250.000 – Rp 450.000 / meter | Laporan Log Bor & Sampel Tanah |
| Boring + SPT + UDB | Per Titik (Kedalaman 20-30m) | Rp 14.000.000 – Rp 18.000.000 / titik | Analisis Geoteknik & Uji Laboratorium |
| Topografi (Pemetaan Lahan) | Luas Lahan < 1 Hektar | Rp 3.000.000 – Rp 6.000.000 (Paket) | Peta Kontur, DWG/CAD, Softcopy & Hardcopy |
| Topografi (Pemetaan Lahan) | Luas Lahan > 1 Hektar | Rp 1.500.000 – Rp 3.500.000 / hektar | Peta Kontur, DWG/CAD, Potongan Memanjang |
Ringkasan Fungsi Utama Setiap Pengujian
- Uji Sondir (Cone Penetration Test / CPT): Mengetahui kedalaman lapisan tanah keras serta kekuatan perlawanan konus (qc) secara vertikal. Sangat umum digunakan untuk syarat perizinan PBG rumah tinggal, ruko, dan gedung menengah.
- Boring Test & SPT (Standard Penetration Test): Mengambil sampel tanah terganggu (disturbed sample) dan tidak terganggu (undisturbed sample) pada kedalaman tertentu untuk diuji di laboratorium mekanika tanah. Diperlukan untuk proyek skala sedang hingga besar seperti pabrik, gudang, dan apartemen.
- Pengukuran Topografi: Memetakan bentuk permukaan tanah, beda tinggi elevasi, serta batas lahan menggunakan alat Total Station atau Drone GPS. Data ini menjadi acuan utama tim arsitek dalam merancang cut and fill serta tata letak drainase.
Faktor yang Mempengaruhi Total Biaya Proyek
- Akses Lokasi & Mobilisasi: Kemudahan jalan masuk untuk alat berat atau peralatan manual ke area Tangerang (Kota, Kab. Tangerang, BSD, Serpong).
- Kondisi Geologis Tanah: Keberadaan batuan keras atau tanah rawa membutuhkan waktu operasional lebih lama.
- Jumlah Titik & Luas Area: Semakin banyak volume titik pengujian atau semakin luas area topografi, biaya per unit/hektar cenderung lebih ekonomis.
- Kelengkapan Pengujian Lab: Penambahan parameter uji laboratorium (Atterberg limit, direct shear, dll.) akan memengaruhi total anggaran boring test.
